A) Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) B) Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP) C) Sistem Manajemen Rantai Pasokan (SCM) D) Sistem Manajemen Dokumen (DMS)
A) Memaksimalkan keuntungan bagi pemegang saham. B) Pengurangan biaya produksi. C) Peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan. D) Pemantauan dan pengawasan karyawan.
A) Memantau penggunaan internet. B) Mengintegrasikan fungsi dan proses bisnis. C) Menyediakan keamanan fisik. D) Menyediakan hiburan bagi karyawan.
A) Memantau waktu istirahat karyawan di toilet. B) Mengevaluasi efektivitas kontrol sistem informasi. C) Mengabaikan masalah privasi data. D) Meningkatkan biaya pemeliharaan.
A) SDLC berfokus pada penghentian sistem secara mendadak. B) SDLC mengabaikan pengujian sistem. C) SDLC menyediakan pendekatan terstruktur untuk mengembangkan dan memelihara sistem informasi. D) SDLC justru mempromosikan kekacauan dan ketidakteraturan.
A) Pemantauan komunikasi karyawan. B) Pengelolaan transaksi keuangan. C) Pemetaan dan analisis data spasial. D) Perhitungan upah karyawan.
A) Menghasilkan laporan secara acak B) Mengatur kebijakan perusahaan C) Memantau perilaku karyawan D) Menangkap dan memproses data transaksi secara _real-time
A) EIS dirancang khusus untuk para eksekutif tingkat tinggi dan menyediakan informasi strategis. B) Fokusnya adalah pada tugas operasional sehari-hari. C) Sistem ini dirancang untuk karyawan tingkat pemula. D) Sistem ini tidak melibatkan pengambilan keputusan.
A) Dengan menyederhanakan proses dan menyediakan informasi yang akurat. B) Dengan meningkatkan tingkat perputaran karyawan. C) Dengan mendorong ketidakakuratan data. D) Dengan menciptakan lebih banyak kendala administratif.
A) Komputasi perusahaan. B) Sistem Informasi Manajemen (SIM). C) Ilmu komputer. D) Manajemen teknologi informasi.
A) Teori organisasi B) Ekonomi C) Ilmu komputer D) Ilmu manajemen
A) Departemen-departemen yang terisolasi dan fokus pada tugas-tugas individual. B) Unit-unit independen dengan tujuan yang terpisah. C) Struktur hierarkis tanpa adanya hubungan antar bagian. D) Komponen-komponen yang saling terhubung dan bekerja menuju tujuan bersama.
A) Perspektif sistem sosial-teknis B) Teori pengambilan keputusan C) Model perilaku dalam pengambilan keputusan D) Teori sistem
A) Rasionalitas terbatas B) Kemampuan analitis yang tak terbatas C) Pengambilan keputusan yang objektif tanpa penyederhanaan D) Pemrosesan informasi yang lengkap
A) Para manajer mengandalkan model yang disederhanakan daripada analisis yang mendalam. B) Para manajer selalu memilih solusi yang paling optimal. C) Para manajer memiliki akses ke semua informasi yang diperlukan. D) Para manajer membuat keputusan tanpa batasan apapun.
A) Proses penginputan data B) Sistem tingkat operasional C) Laporan dari manajemen menengah D) Komite pengarah
A) Pemrosesan tingkat operasional B) Transaksi rutin C) Kepemimpinan biaya D) Tugas penginputan data
A) Teori keselarasan strategis B) Struktur tata kelola TI C) Kerangka strategi kompetitif Porter D) Perspektif berbasis sumber daya
A) Layanan kesehatan B) Ritel C) Industri otomotif D) Pemerintah
A) Langkah-langkah pengurangan biaya B) Strategi penarikan diri dari pasar C) Penghentian produksi produk D) Pengembangan produk baru
A) Akses data yang tertunda B) Pengambilan keputusan yang lebih cepat C) Pengambilan keputusan yang lebih lambat D) Tidak ada dampak pada kecepatan pengambilan keputusan
A) Kurangnya dukungan dari eksekutif. B) Ekspektasi yang tidak realistis. C) Penolakan dari organisasi. D) Dukungan eksekutif yang berlebihan. |