A) K.H. Ahmad Dahlan B) K.H. Mas Mansur C) K.H. Ibrahim D) K.H. Faqih Usman
A) 1953–1959 B) 1918–1923 C) 1923–1933 D) 1937–1942
A) K.H. Bagus Hadikusumo B) K.H. Hisyam C) K.H. Mas Mansur D) K.H. Ibrahim
A) 1944–1953 B) 1953–1959 C) 1937–1942 D) 1914–1930
A) Keinginan menjadi terkenal B) Mengejar jabatan C) Sikap acuh dan individual D) Semangat belajar, tanggung jawab, dan keikhlasan
A) Keberanian untuk bertindak B) Keinginan untuk menang sendiri C) Tanggung jawab yang harus dijalankan dengan jujur D) Kekuasaan tanpa batas
A) K.H. Hisyam B) K.H. Bagus Hadikusumo C) K.H. Ibrahim D) K.H. Mas Mansur
A) 48 kali B) 45 kali C) 47 kali D) 46 kali
A) Ki Bagus Hadikusumo B) K.H. Ibrahim C) K.H. Hisyam D) K.H. Mas Mansur
A) (2) dan (4) B) (1), (2), dan (3) C) (2) dan (3) D) (4) saja
A) Berhasil merumuskan Khittah Palembang B) Berhasil merumuskan kepribadian Muhammadiyah C) Berhasil melakukan perlawanan terhadap PKI D) Berhasil memantapkan Muhammadiyah di desa
A) Ki Bagus Hadikusumo, AR Sutan Mansur, dan K.H. Ahmad Badawi B) K.H. Faqih Usman, K.H. Abdur Razak Fachruddin, dan K.H. Ahmad Azhar Basyir C) Prof. Dr. H.M. Amien Rais, M.A., Prof. Dr. H. Ahmad Syafi’i Ma’arif, dan Prof. Dr. H. Din Syamsuddin D) K.H. Ibrahim, K.H. Hisyam, dan K.H. Mas Mansur
A) K.H. AR Fachruddin B) K.H. Faqih Usman C) Ki Bagus Hadikusumo D) K.H. Ahmad Badawi
A) Shidiq B) Fathonah C) Tabligh D) Amanah
A) Matan Muhammadiyah B) Khittah Perjuangan Muhammadiyah C) Kepribadian Muhammadiyah D) Identitas Muhammadiyah
A) AR Fachrudin B) Ki Bagus Hadikusumo C) KH Faqih Usman D) KH Mas Mansur
A) hakikat Muhammadiyah, identitas Muhammadiyah, pedoman hidup Islam warga Muhammadiyah dan sifat-sifat Muhammadiyah B) sifat-sifat Muhammadiyah, identitas Muhammadiyah, pedoman amal usaha Muhammadiyah dan pedoman hidup Islami warga Muhammadiyah C) hakikat Muhammadiyah, dasar dan amal usaha Muhammadiyah, pedoman amal usaha dan perjuangan Muhammadiyah, serta sifat-sifat Muhammadiyah D) sifat-sifat Muhammadiyah, hakikat Muhammadiyah, identitas Muhammadiyah dan dasar amal usaha Muhammadiyah
A) Kepribadian Muhammadiyah B) Visi Muhammadiyah C) Arah perjuangan Muhammadiyah D) Identitas Muhammadiyah
A) (1), (2), dan (3) B) (4) saja C) (1) dan (3) D) (2) dan (4)
A) bijaksana B) korektif C) teliti D) adil
A) dianugerahi dengan akal dan pikiran B) memiliki postur tubuh yang baik C) dianugerahi potensi fitrah yang baik D) memiliki naluri yang terus berkembang
A) potensi nafsu B) potensi jasmani C) potensi iman D) potensi fitrah
A) ’ajulan, halu’an dan dhaluman jahulan B) shidqan, tawadhu’ dan fathonah C) dhaluman jahulan, fathonah, dan D) halu’an, ’ajulan dan shidqan
A) Munafiq B) Nifaq C) Musyrik D) Syirik
A) bersikap aktif dan dinamis B) memposisikan Allah sebagai TuhanNya C) berpihak kepada kebenaran D) menganggap dirinya selalu benar
A) Nafsu qobihah B) Nafsu Muthmainnah C) Nafsu lawwamah D) Nafsu amarah
A) (1), (3) dan (5) B) (1), (4) dan (6) C) (2), (4) dan (6) D) (1), (2) dan (3)
A) Banyaknya buku agama yang ia miliki B) Perubahan sikap dan perilaku dalam kesehariannya C) Pengetahuan agamanya yang semakin banyak D) Frekuensi mengikuti kajian keagamaan
A) Keharusan masyarakat memakai simbol-simbol religius B) Ketaatan individu terhadap nilai Islam dalam hidupnya C) Banyaknya aturan yang dibuat lembaga keagamaan D) Pengawasan ketat dari tokoh masyarakat
A) Mengutamakan aktivitas sosial daripada ibadah B) Menjadikan seseorang beriman, berakhlak, dan berihsan C) Memperbanyak hafalan dalil tanpa pengamalan D) Menentukan identitas kelompok keagamaan tertentu
A) Ia dapat memahami agama hanya dari tradisi B) Ia menjadikan Allah sebagai sumber pedoman dan tujuan hidup C) Seluruh aktivitas hidupnya diarahkan untuk mencari penghargaan D) Ia bebas membuat aturan ibadah sesuai kemauan
A) Mengatur alam sesuka hati manusia B) Mengumpulkan sebanyak mungkin harta C) Menyisihkan diri dari kehidupan sosial D) Menjaga, memakmurkan, serta memimpin bumi dengan amanah
A) Ia menghindari hubungan sosial agar ibadahnya tidak terganggu B) Ia perlu berinteraksi, bekerja sama, dan saling membantu C) Ia harus selalu mengikuti mayoritas masyarakat D) Ia hidup sepenuhnya bergantung pada orang lain
A) Ia dianggap telah menjalankan ajaran Islam secara sempurna B) Ajakan Islam tetap terlihat dalam perilakunya C) Individu otomatis menjadi teladan bagi lingkungannya D) Tidak ada perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari
A) Ia akan semakin jauh dari kehidupan sosial B) Perilakunya hanya terlihat baik saat beribadah C) Sikap, etika, dan pilihan hidupnya akan mencerminkan ajaran Islam D) Ia tidak lagi membutuhkan bimbingan dari siapa pun
A) Meningkatnya kemampuan berdebat soal agama B) Bertambahnya pengikut suatu kelompok C) Terbentuknya pribadi yang berakhlak dan berkualitas D) Seseorang tidak lagi memerlukan komunitas
A) Masyarakat lebih penting daripada individu B) Perubahan masyarakat dimulai dari kebaikan individu C) Individu tidak memiliki pengaruh bagi perubahan sosial D) Individu cukup fokus pada ibadah ritual
A) Pengkultusan tokoh-tokoh tertentu B) Tekanan dan sanksi tegas C) Semangat, kesungguhan, dan akhlak yang mulia D) Perdebatan intelektual yang menyulitkan
A) Kegiatan dakwah, sosial, pendidikan, dan kesehatan untuk kemanfaatan umum B) Aktivitas mencari keuntungan untuk organisasi C) Upaya memperbesar nama organisasi di masyarakat D) Program internal organisasi yang tertutup
A) Membawa masyarakat menuju kehidupan Islam yang murni dan berkemajuan B) Menyamakan seluruh tradisi masyarakat tanpa seleksi C) Memperbanyak aktivitas seremonial keagamaan D) Mengutamakan kritik sosial tanpa memberikan solusi |