A) C. Ben Hammersley B) A. Steve Jobs C) D. Dave Winer D) E. Joe Rogan E) B. Adam Curry
A) A. Panel Podcast B) D. Interview Podcast C) E. Scripted Fiction Podcast D) B. Narrative/Documentary Podcast E) C. Monolog/Solo Podcast
A) C. Audio Interface B) B. Shock Mount C) A. Pop Filter D) D. Headphone Amplifier E) E. Dynamic Microphone
A) B. Reverberation Effect B) A. Proximity Effect C) E. Clipping D) C. Echo Effect E) D. Phasing Effect
A) A. CRM (Customer Relationship Management) B) C. SEO (Search Engine Optimization) C) D. CMS (Content Management System) D) E. DAW (Digital Audio Workstation) E) B. API (Application Programming Interface)
A) B. Gating B) A. Mastering C) E. Foley D) C. Mixing E) D. Tracking
A) C. Public Domain atau Creative Commons B) B. Commercial Use Only C) D. Fair Use D) A. Copyright Infringement E) E. Premium Subscription
A) A. Omnidirectional B) E. Stereo C) B. Figure-8 (Bidirectional) D) D. Cardioid E) C. Shotgun
A) A. MP3 File B) E. Digital Watermark C) C. RSS Feed D) B. Show Notes E) D. CMS (Content Management System)
A) B. Outro B) A. Jingle C) D. Bumper (atau Transition Music) D) E. Show Notes E) C. Stinger
A) A. Equalizer (EQ) B) E. Noise Gate C) B. Kompresi D) C. Gain atau Fader Level E) D. Reverb
A) B. Ribbon Microphone B) C. USB Microphone C) A. Dynamic Microphone D) E. Condenser Microphone E) D. Lavalier Microphone
A) A. Menghafal naskah secara keseluruhan. B) C. Memastikan level volume setiap mikrofon sesuai (tidak terlalu pelan atau clipping) dan kualitas suara optimal sebelum rekaman dimulai. C) D. Melakukan editing dan mastering final pada file audio. D) B. Menentukan niche dan target audiens podcast. E) E. Mencari sponsor untuk episode yang akan datang.
A) C. Listener Persona (atau Avatar Pendengar) B) A. SEO Keywords C) E. Transkrip Episode D) D. RSS Feed Metadata E) B. Sound Design Blueprint
A) B. Affiliate Marketing B) D. Sponsorship atau Host-Read Ads C) C. Premium Content/Subscription D) A. Crowdfunding (Donasi Pendengar) E) E. Merchandise Sales
A) D. Memperbaiki intonasi dan kecepatan bicara host. B) E. Membuat transkrip tertulis dari episode. C) B. Menyesuaikan seluruh volume file audio ke level puncak (peak) tertentu secara proporsional. D) A. Mengurangi suara latar (noise reduction). E) C. Menerapkan efek reverb dan delay.
A) A. Pertanyaan host yang terlalu panjang dan membosankan. B) D. Tidak adanya show notes yang jelas di deskripsi episode. C) E. Volume suara rekaman yang terlalu pelan (under-modulated). D) C. Host dan narasumber berbicara secara bersamaan, sehingga sulit dipahami oleh pendengar. E) B. Terlalu banyak menggunakan musik latar sehingga menenggelamkan suara narasumber.
A) E. Social Media Platform (seperti Instagram) B) C. Website Builder (seperti WordPress) C) A. Audio Interface D) B. Streaming Service (seperti Netflix) E) D. Podcast Host (misalnya Libsyn, Anchor, Buzzsprout)
A) C. MP3 (MPEG-1 Audio Layer III) B) B. FLAC (Free Lossless Audio Codec) C) D. MIDI (Musical Instrument Digital Interface) D) E. AIFF (Audio Interchange File Format) E) A. WAV (Waveform Audio File Format)
A) C. Script atau Naskah Lengkap B) A. Loudness Meter C) D. Microphone Polar Pattern D) B. Audio Interface E) E. Metadata RSS Feed
A) B. Transkrip lengkap dari semua yang diucapkan dalam episode tersebut. B) D. Musik latar yang digunakan di sepanjang episode. C) A. Catatan tertulis tentang ide-ide konten untuk episode mendatang. D) C. Sebuah ringkasan, poin-poin penting, tautan ke sumber yang disebutkan, dan informasi tamu yang dipublikasikan bersamaan dengan episode. E) E. Bagian jingle intro dan outro podcast.
A) D. LUFS (Loudness Units Full Scale) B) E. EQ Curve C) B. RMS (Root Mean Square) D) C. Gain Staging E) A. Peak Level (dBFS)
A) E. Podcast Hosting B) D. Sound Design (Desain Suara) C) C. Vocal Delivery D) A. Mixing E) B. Noise Gate
A) E. Editing adalah tahap akhir, sedangkan Mixing adalah tahap awal pasca-produksi. B) C. Editing fokus pada penyusunan (memotong silence, menghapus kesalahan) dan alur episode, sementara Mixing fokus pada kualitas dan keseimbangan suara (EQ, kompresi, level volume). C) B. Editing adalah menyeimbangkan volume, sedangkan Mixing adalah mengurangi noise. D) A. Editing adalah penambahan musik, sedangkan Mixing adalah pemotongan silence. E) D. Editing hanya dilakukan di DAW, sedangkan Mixing hanya dilakukan di Audio Interface.
A) D. Tidak memiliki pola polar Cardioid. B) B. Harganya lebih murah dan ukurannya lebih besar. C) A. Membutuhkan Phantom Power dan lebih sensitif terhadap suara bising di lingkungan rekaman. D) C. Tidak cocok untuk rekaman vokal dan hanya bagus untuk instrumen. E) E. Kurang mampu menangani sinyal suara yang keras (SPL tinggi)
A) A. Menghilangkan frekuensi rendah yang mengganggu (noise). B) B. Menyeimbangkan frekuensi suara (bass, mid, treble). C) C. Mengurangi rentang dinamis sinyal audio (membuat suara keras menjadi lebih pelan, dan suara pelan menjadi lebih keras) agar volume lebih stabil dan rata. D) D. Memberi efek gema pada suara host. E) E. Mengubah sinyal analog menjadi digital.
A) D. Musik tersebut harus diunduh dari situs resmi musisi. B) C. Anda hanya membayar satu kali biaya lisensi awal, dan tidak perlu membayar royalti berulang berdasarkan jumlah pemutaran atau pendapatan. C) A. Anda dapat menggunakan musik secara gratis tanpa membayar sama sekali. D) B. Anda harus membayar royalti kepada pencipta setiap kali episode diputar (per 'tayang'). E) E. Hanya musisi yang boleh menggunakan musik tersebut.
A) E. Phantom Power B) C. Vocal Delivery (Penyampaian Vokal) C) D. High Pass Filter (HPF) D) B. Proximity Effect E) A. Mumbling
A) A. Potongan kecil audio yang digunakan sebagai sound effect. B) B. Penggunaan kompresor yang berlebihan. C) E. Jeda yang terlalu panjang (silence) di antara ucapan. D) D. Proses menghapus bagian audio yang salah ucap. E) C. Distorsi sinyal audio yang terjadi ketika volume input (gain) melebihi batas maksimum (0 dB), menyebabkan suara pecah dan tajam.
A) C. Pop Filter (atau Pop Shield) B) E. Reflection Filter C) A. Shock Mount D) D. Digital Audio Workstation (DAW) E) B. Audio Interface
A) B. Bumper B) E. Outro C) A. Stinger D) D. Show Notes E) C. Intro (Prolog)
A) E. Limiter B) C. Compressor C) D. Delay D) B. High Pass Filter (HPF) E) A. Reverb (Gema)
A) D. Podcast tidak memerlukan editing, sedangkan radio memerlukan editing yang ketat. B) B. Radio menggunakan RSS Feed untuk distribusi, sedangkan Podcast disiarkan secara langsung. C) C. Podcast bersifat on-demand (dapat didengar kapan saja), dapat diunduh, dan tidak terikat waktu siaran, sementara radio disiarkan secara langsung (live) pada jadwal yang tetap. D) E. Radio selalu menggunakan musik berlisensi, sedangkan podcast tidak E) A. Podcast selalu berformat wawancara, sedangkan radio selalu monolog.
A) D. Membuat jingle intro dan outro yang profesional. B) E. Mengupload file audio ke podcast host. C) C. Menentukan niche (topik spesifik) dan target audiens yang jelas. D) B. Menguji coba berbagai jenis mikrofon dan audio interface. E) A. Melakukan mixing dan mastering.
A) C. Tautan ke akun media sosial, website, atau karya narasumber yang diwawancarai. B) B. Waktu dan tanggal rekaman dilakukan. C) E. Salinan lengkap (hard copy) dari naskah episode D) A. Warna dan jenis huruf yang digunakan di website podcast. E) D. Daftar lengkap peralatan yang digunakan (mikrofon, DAW, dll.). ![]()
|