A) Sebuah teori memerlukan verifikasi empiris. B) Sebuah teori harus dapat diuji dan dibantah. C) Sebuah teori harus diterima secara luas. D) Sebuah teori harus dibuktikan benar.
A) Hipotesis hanyalah tebakan yang terdidik. B) Hipotesis harus diterima tanpa pertanyaan. C) Hipotesis harus diuji secara ketat. D) Hipotesis mengkonfirmasi teori-teori yang sudah ada.
A) Konfirmasi terhadap teori-teori. B) Pengumpulan data eksperimen. C) Penerimaan terhadap paradigma ilmiah. D) Proses membedakan antara ilmu pengetahuan dan hal-hal yang bukan ilmu pengetahuan.
A) Teori-teori tersebut bukanlah teori ilmiah. B) Teori-teori tersebut bersifat spekulatif, tetapi berharga. C) Teori-teori tersebut dianggap sebagai kebenaran yang sudah mapan. D) Teori-teori tersebut memiliki fungsi praktis.
A) Teori tersebut tetap dipertahankan sebagai potensi kebenaran. B) Teori tersebut tetap digunakan sebagai perkiraan yang berguna. C) Teori tersebut direvisi untuk mengakomodasi bukti-bukti baru. D) Teori tersebut tidak lagi dianggap sebagai teori ilmiah yang valid.
A) Hukum-hukum tersebut setara dengan kebenaran matematis. B) Hukum-hukum tersebut harus selalu menghasilkan prediksi yang terkonfirmasi. C) Hukum-hukum tersebut diuji dan dapat dibuktikan salah (difalsifikasi), bukan diverifikasi. D) Hukum-hukum tersebut dianggap benar jika diamati berulang kali.
A) Untuk memvalidasi pengetahuan yang sudah ada. B) Untuk mengumpulkan bukti yang tidak dapat disangkal. C) Untuk menguji kemungkinan ketidakbenaran suatu teori. D) Untuk mengkonfirmasi keakuratan suatu prediksi.
A) Hal ini memerlukan kepatuhan yang ketat terhadap metode-metode tradisional. B) Hal ini bergantung pada konsensus di antara para ilmuwan. C) Hal ini melibatkan dugaan-dugaan berani dan upaya ketat untuk menyangkalnya. D) Hal ini melibatkan pengamatan pasif dan pengumpulan data. |