A) Perubahan iklim mendapat manfaat dari berkurangnya keanekaragaman hayati. B) Mempertahankan keanekaragaman hayati memastikan ketahanan ekosistem. C) Keanekaragaman hayati tidak terpengaruh oleh perubahan iklim. D) Keanekaragaman hayati hanya memengaruhi hewan-hewan besar.
A) Peningkatan jumlah wisatawan B) Asidifikasi laut C) Pencemaran akibat plastik D) Penangkapan ikan berlebihan
A) Masyarakat selalu merusak keanekaragaman hayati. B) Masyarakat tidak terkena dampak perubahan iklim. C) Masyarakat tidak berperan dalam upaya konservasi. D) Masyarakat setempat dapat memberikan pengetahuan berharga dan mendukung upaya konservasi.
A) Mereka berkontribusi terhadap perubahan iklim dengan membatasi pembangunan. B) Mereka meningkatkan konflik antara manusia dan satwa liar. C) Mereka tidak memberikan dampak apa pun terhadap keanekaragaman hayati. D) Mereka menyediakan tempat perlindungan bagi spesies dan habitat agar dapat beradaptasi.
A) Peningkatan keanekaragaman genetik. B) Peningkatan konektivitas jalur satwa liar. C) Penurunan emisi gas rumah kaca. D) Hilangnya habitat dan gangguan pada ekosistem.
A) Lahan basah menghambat migrasi burung air. B) Lahan basah tidak berdampak pada keanekaragaman hayati. C) Lahan basah berfungsi sebagai habitat yang berharga dan menyediakan pengendalian banjir alami. D) Lahan basah berkontribusi terhadap polusi udara.
A) Konservasi B) Penyerbukan C) Adaptasi D) Kepunahan
A) Perubahan iklim tidak memiliki dampak pada spesies invasif. B) Perubahan iklim mendorong kepunahan spesies invasif. C) Suhu yang lebih tinggi memungkinkan spesies invasif untuk berkembang biak di wilayah-wilayah baru. D) Spesies invasif selalu bermanfaat bagi ekosistem.
A) Keanekaragaman genetik tidak berdampak pada kelangsungan hidup spesies. B) Keanekaragaman genetik meningkatkan ketahanan spesies terhadap perubahan kondisi lingkungan. C) Keanekaragaman genetik menyebabkan peningkatan jumlah spesies yang terancam punah. D) Keanekaragaman genetik menciptakan ketidakseimbangan dalam ekosistem. |