A) Sebagai sesuatu yang objektif dan tidak dapat diubah. B) Sebagai sesuatu yang dibangun secara sosial oleh individu. C) Sebagai sesuatu yang tidak dapat diprediksi dan acak. D) Sebagai sesuatu yang ditentukan sebelumnya oleh faktor biologis.
A) Sosiologi interpretatif mempelajari hanya peristiwa-peristiwa historis, sementara sosiologi positivis berfokus pada prediksi masa depan. B) Sosiologi interpretatif bergantung pada opini pribadi, sementara sosiologi positivis bergantung pada keyakinan agama. C) Sosiologi interpretatif hanya menggunakan data kuantitatif, sementara sosiologi positivis hanya menggunakan data kualitatif. D) Sosiologi interpretatif berfokus pada makna subjektif, sementara sosiologi positivis menekankan hukum-hukum objektif.
A) Sebagai sesuatu yang hanya dapat ditegakkan melalui hukum. B) Sebagai proses ekonomi murni. C) Sebagai hasil dari perubahan dalam makna dan interpretasi bersama di antara individu. D) Sebagai evolusi biologis.
A) Dengan hanya menganalisis komunikasi non-verbal. B) Dengan mempelajari bagaimana individu menafsirkan dan memberikan makna pada interaksi mereka. C) Dengan berasumsi bahwa semua interaksi sosial ditentukan oleh faktor genetik. D) Dengan mengabaikan interaksi sosial dan berfokus pada sistem ekonomi.
A) Seleksi alam B) Determinisme biologis C) Fungsionalisme struktural D) Interaksionisme simbolik
A) Sebagai hasil alami dari variasi genetik. B) Sebagai sumber berharga dari berbagai makna dan interpretasi. C) Sebagai penghalang pertumbuhan ekonomi. D) Sebagai ancaman terhadap persatuan sosial.
A) Empati B) Apatis C) Antipati D) Simpati
A) Sosiologi interpretatif B) Studi antropologi C) Metode penelitian kualitatif D) Ilmu sosial positivis
A) Hans-Georg Gadamer B) Johann Gustav Droysen C) Martin Heidegger D) Wilhelm Dilthey
A) Penjelasan (erklären) B) Interpretasi C) Analisis D) Pemahaman (verstehen)
A) Johann Gustav Droysen B) Martin Heidegger C) Edmund Husserl D) Wilhelm Dilthey
A) Metode ilmu pengetahuan alam. B) Interpretasi yang objektif. C) Analisis dari sudut pandang orang ketiga. D) Cara manusia ada melalui bahasa berdasarkan ontologi.
A) Emile Durkheim B) Max Weber C) Talcott Parsons D) Georg Simmel |